Senin, 19 Mei 2014

Cahaya Rembulan

           Renungan Sore

Mentari beranjak ke peraduan
Siang berganti, malam menjelang
Kulihat burung terbang melayang

Pohon-pohonan tenang dan riang
Seakan bertasbih atas kekuasaan
Dan keagungan Allah Ar-Rahman

Ya Allah ku berdzikir pada-Mu
Agar Kau dekatkan hatiku pada-Mu
Ya Allah limpahkanlah kurnia-Mu 
Agar ku rasakan cinta-Mu

Allah soreku ini atas fitrah islam 
atas agama Nabi Muhammad
dan atas millah Nabi Ibrahim yang hanif
Ya Allah selamatkanlah hatiku

Allah di sore ini kuhitung amalku
yang telah kulakukan hari ini
terimalah kebajikanku ampunkan resahku
ya Allah kabulkanlah doaku
(Renungan sore: suara persaudaraan)

         Ketika malam menjelang, langit menandakannya dengan warna pink kemerah-merahan. Gelap sempurna baru datang ketika cahaya merah pun menghilang. Ketika malam gelap gulita, maka Allah kirimkan bulan dan bintang untuk menyinarinya. Tapi memang adakalanya langit itu hitam kelam tanpa bulan dan bintang. Ada waktunya juga langit berbintang tapi tidak ada bulan atau ada bulan tapi tidak ada bintang. Kata bang Haji,
         Bulan di manakah kini
         Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
         Bintang sepi menyendiri
         Berselimut sunyi selalu mencari
Malam semakin kelam
Tanpa kau sang rembulan
Bintang sedih bermuram
Tanpa kau sang rembulan (Bulan Bintang)

        Sobat, disaat malam ketika kita melihat sang rembulan sedang menerangi malam dengan keteduhannya menjadikan kedamaian bagi para insan yang menikmati udara malam. Bulan memberikan cahaya warna kehidupan di malam yang kelam. Jika biasanya hanya terdengar suara jangkrik dan hewan-hewan malam. Ketika rembulan brsinar, kita bisa lihat anak-anak bermain di halaman. Walau memang kalau di kota mungkin tidak ada artinya lagi. Kesibukan orang-orang mencari dunia melalaikan malam indah bertabur cahaya bulan. Ehmmm, eman banget. Saudaraku, Meneladani sang rembulan maka engkau akan menjadi pribadi mulia penuh wibawa. Tahu kenapa? Tanya kepada sang rembulan saja!!!
       Kata sang rembulan, “aku diamanahi Allah untuk menyinari alam tanpa memberi rasa panas kepada mereka. Aku memberi rasa damai kepada mereka, bahkan terasa indah bagi mereka yang sempat menikmatinya. Memang kadang yang nikmati malah mereka, para pasangan muda yang asyik bermaksiat dibawah naungan kedamaian bersama setan. Afwan ya!!! Habis gak tau malu, enak berduaan katanya tanpa ada yang tau, hanya kita berdua, lha gue (bulan) di kemanain? Berbeda Jika siang, mereka akan merasa panas, hingga harus pakai jaket, payung, atau pakaian panjang bahkan pakai kosmetik perawat kulit karena takut rusak kulitnya karena cahaya matahari yang panas. Aku juga bisa bersama bersanding dengan bintang tanpa menghilangkan mereka, tidak seperti matahari, karena sinarnya bulan dan bintang tertutupi. Bahkan dengan sinarku bintang, awan dan terkadang cahaya lampu pesawat terbang menambah indahnya suasana malam”
      Saudaraku yang berbahagia, kita akan merasakan malam kelam tanpa sinar bulan dan bintang, kelam tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Saudaraku, jadilah bulan yang akan bersinar dimana pun kita berada. Kalau Sang bulan mampu menyinari malam yang hitam kelam, maka kehadiran kita harus memberikan warna pencerah bagi tempat dimana kita berada. Namun yang harus kita ingat juga, kata sang rembulan di atas, dia hadir tanpa menghilangkan cahaya sang bintang, dia bersanding dengan ribuan bahkan jutaan bintang. Saudaraku, keberadaan kita dalam suatu tenpat hendaknya tidak menjadikan kecemburuan bagi saudara-saudara yang lain. Kenapa ini penting? Karena jika kita sedang bersinar terang ada banyak hal yang menjadi ujian, kesombongan, keegoan, keangkuhan bahkan akan menjadikan diri kita takabbur, naudzubillah. Jadikanlah diri kita sinar yang akan menerangi cahaya yang lain. Menjadi motivator atau jadi sang pelopor bagi terlaksananya kebaikan.
      Itu bulan, lo bintang apa dong??? Sobat, lihat bintang diatas sana. (mana........ g da gitu!!!). Sobat, jika kita menyadarinya sungguh indah bintang bicara pada kita. Bahasanya santun tak ada cela, sikapnya ramah tanpa dusta. Senyumnya tulus tanpa rekayasa(sweet, sweet). Coba lihat mereka, engkau hitung jumlahnya, bisa??? Mereka ada ratusan, ribuan, lebih.... jutaan jumlah mereka. Mereka tidak terlihat besar laksana bulan. Mereka terlihat kecil karena jaraknya yang jauh, tapi subhanallah jumlah mereka sangat banyak. Ingat pepatah bilang, “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Sinarnya yang kecil jika hanya sendiri mungkin tidak akan memberi arti bagi langit hitam luas di malam hari. Tapi karena jumlah mereka banyak, cahaya mereka cukup memberi arti walau dia tidak bersanding dengan sang rembulan.
     Satu hal yang bisa kita ambil adalah kecil dalam jumlah yang banyak. Begitu juga dengan kita sobat. Kebaikan yang kita lakukan mungkin tidak besar, tapi jikalau jumlahnya sangat banyak kan sama juga dengan kebaikan yang besar. Bukan begitu??? Sobat, terkadang dalam hidup, kita tidak diberi pilihan untuk melakukan kebaikan yang besar, haji misal, wakaf tanah atau mungkin menjadi donatur. Tapi Allah pasti memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan kecil, kita tinggal melipatgandakan jumlahnya biar besar. Katanya pak ustadz, rasulullah pesan bahwa  amalan terbaik adalah amalan yang kecil tapi dilakukan dengan istiqomah. Akhirnya menjadi amalan yang besar juga kan? Maka kita pasti akan membenarkan apa yang disampaikan menantu rasululah, sayyidina ali, “kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir”. Tidak semua hal selalu diawali dengan hal besar. Bahwa kita juga yakin untuk merubah hal yang besar adalah dengan merubah hal yang kecil. Laksana sang bintang yang merubah malam yang kelam karena sang bulan tidak hadir meneranginya menjadi malam yang terang benderang. Walau sinar mereka kecil, namun mereka tidak sendiri, sinar jutaan bintang menjadi satu sehingga langit menjadi terang benderang dengan sinar persatuan yang indah dimata makhluk-Nya.

Senin, 12 Mei 2014

kamarku mengajariku tentang hidup

                 Ketika aku bangun tidur. Saat aku buka mata, kulihat langit-langit kamar. Langit-langit kamar bilang, "Bercita-citalah setinggi mungkin sobat".  Setelah itu, aku duduk dan berdoa. Nikmat yang luar biasa yang dikaruniakan Allah hingga aku bisa kembali hidup. Ku lihat jam di dinding. Dia berkata, "tiap detik itu sangat berharga teman". Di bawah jam itu ku dapati cermin. Aku rajin ketemu sama dia. Stelah kubangkit dan lewat di depannya, dia bilang, "Sobat, berkacalah sebelum engkau bertindak ya!". Terdengar suara yang agak keras. "Jangan tunggu sampai besok ya". Ku lihat ternyata suara kalender. Dia mengingatkanku agar tidak suka menunda-nunda. Sambil terus melangkah kini kusampai di depan pintu. Sebelum ku pegang gagang pintunya, dia berpesan, "doronglah yang keras, pergi dan berusahalah sobat". Sebelum ku melangkah keluar, ku tengok belakang dan ku dapati lantai yang berpesan, "sujud dan berdoalah". itu adalah kunci kesuksesan kita.

Selasa, 29 April 2014

Belajar dari pensil

Terik siang itu terbayar lunas dengan selesainya perkerjaan. Seorang pembuat pensil berhasil memproduksi pensil siang itu. Sebelum dia mengemas pensil itu untuk dikirim ke toko, dia berpesan pada pensilnya. 


" Kini kau akan pergi melalang buana. Engkau akan berkeliling dunia yang mungkin belum pernah ku datangi. Walau pun begitu hakikat kehidupan itu sama di sembarang tempat dan sembarang waktu. Ceritanya tidak banyak berubah meski pemainnya telah pergi dan berganti."

Suasana hening, deruan angin terdengar lembut menyinggung dedaunan. Suara desiran pasir yang terbang terbawa angin menjadi riuh karena suasana yang sangat tenang.
Kemudian pembuat pensil itu melanjutkan perkataannya.

"Hidup ini adalah pilihan. Oleh sebab itu, sebelum kau pergi ku titip pesan barangkali suatu saat bisa kau jadikan bahan pertimbangan ketika engkau berhadapan dengan suatu pilihan.
1. Kau akan memberikan manfaat dan bisa melakukan segala hal jika engkau mengizinkan dirimu digenggam     oleh tangan seseorang. Jika kau mengizinkan seseorang memegangmu, maka jika orang itu baik, maka kau     akan memberikan kebaikan. Tapi jika yang menggegammu adalah orang yang kurang baik, maka dirimu       akan memberikan keburukan bahkan menjadi bahaya bagi orang lain. Pilihlah dengan tepat orang yang           akan menggegammu. Maka ku sarankan pasrahkanlah dirimu dalam genggaman Allah. Kepercayaanmu         kepada-Nya akan menjatuhkan pilihan-Nya untuk mengirim orang yang baik kepadamu."
2. Untuk mempertajam dirimu, engkau akan merasakan sesuatu yang menyakitkan. Walau begitu, engkau selalu membutuhkannya agar menjadi pensil yang bagus. Jika kondisimu tumpul maka tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Engkau akan diruncingkan agar mejadi tajam. Kesulitan, kesusahan dan cobaan hidup itulah yang akan menjadikan diri kita tajam. Sebagaimana pensil akan kehilangan bagian tubuhnya ketika diruncingkan. Jangan biarkan dirimu mengeluh dan menjadi tumpul karena lari dari kenyataan hidup.

3. Ketika dirimu mulai menulis dan menggambar, engkau selalu punya kesempatan untuk memperbaikinya         jika salah atau menggantinya jika engkau ingin merubahnya. Dalam perjalanan hidup kita, kita senantiasa       diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang telah kita lakukan. Walau berbeda dengan goresan     pensil. Jika pensil salah menulis maka bisa dihapus dan ditulis lagi di tempat yang sama. Tapi jika kita             berbuat salah, maka kita tidak bisa mengganti hari kemarin karena yang ada adalah hari ini. 
4. Bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada di bagian dalammu. Itulah yang dipesankan Rasulullah       bahwa Allah tidak melihat fisik dan ketampananmu tetapi Allah melihat hatimu. 
5. Jika kau ingin dikenang maka setiap lembar kertas dimana kamu menemuinya, tinggalkanlah bekas atau         tanda padanya

Setelah itu, dengan hati-hati sang pembuat pensil memasukkannya ke dalam kotak. Pensil pun pergi dan mengingat segala pesan pembuatnya. 

Sobat, itulah pensil yang senantiasa kita pegang dan gunakan untuk menulis. Dia mengajari kita lima hal yang bisa kita ibaratkan bahwa pensil itu adalah diri kita.

Minggu, 20 April 2014

Gara-gara Kacamata

            Suatu hari yang cukup terik, tiga orang pemuda kampung sedang berlibur di pantai Kute, Bali. Karena ingin terlihat sebagaimana turis atau wisatawan lainnya, mereka memutuskan untuk memakai kacamata. Kemudian mereka membeli kacamata dan pakaian ala turis mancanegara. Sebut saja mereka adalah si A, si B, dan si C. Si A memakai kacamata dengan lensa hitam. Kacamata si B dengan lensa bening, sedangkan si C menggunakan kacamata lensa merah. Cuaca yang terik dengan hembusan angin dan pasir membuat mereka enggan untuk melepas kacamatanya. 
            Setelah sekian lama berjalan mereka berjalan, mereka bertiga menemukan bunga yang menurut mereka cukup aneh. Dengan pendapat masing-masing, si A berpendapat bahwa bunga itu berwarna gelap. Si B bilang bahwa bunga itu berwarna kuning. Sedangkan si C bilang bahwa bunga itu berwarna merah. Mereka tidak mau mengalah dan tetap mempertahankan pendapatnya masing-masing. Keributan pun tak terhindarkan. Ketiganya terlibat adu mulut bahkan akhirnya sampai adu pukul.
                Dengan sekuat tenaga si A memukul si B yang mengakibatkannya tersungkur ke tanah. Kacamata si B jatuh ke pasir. Di satu pihak, duel antara si A dan si C terus terjadi. Karena sama-sama kuatnya mereka masih bertahan. Hingga akhirnya keduanya tersungkur ke tanah dan lepaslah kacamata mereka. Si B yang telah jatuh duluan telah berada di dekat bunga yang ternyata berwarna kuning. Si B pun memanggil kedua temannya dan mengajaknya mendekat ke bunga. 
"Teman, kenapa tadi bunga yang berwarna kuning kok bisa jadi gelap dan merah ya?" tanya si A.
"Ya, tadi benar kok bungannya berwarna merah." tegas si C memperkuat argumennya.
Si B mengambil dan mengumpulkan kacamata mereka. 
"Inilah sebabnya." Sambil mengangkat kacamata
             Kita menilai sesuatu berdasarkan cara pandang kita sendiri-sendiri. Cara pandang kita tergantung informasi yang ada di dalam otak kita. Perasaan pribadi kita juga menentukan kemana arah kita memandang sesuatu. Jika cara pandang kita merah, maka apa yang kita pandang akan menjad merah atau kita merahkan. Ketika cara pandang kita biru, maka apa yang kita pandang menjadi biru atau kita birukan dengan alasan-alasan kita. Jika kita sayang, percaya dan cinta pada seseorang, ketika kita dapati dia bersalah kadang kita membela dan mencari pembenaran atas hal itu. Kadang kita juga tidak mempercayai apa yang terjadi itu. Begitu sebaliknya ketika kita membenci seseorang, walaupun dia telah berubah baik dan mencoba memperbaiki kesalahannya, kadang kita senantiasa memvonisnya tetap salah seperti dahulu.
          Sobat, ketika kita menghadapi masalah maka sebaiknya kita melepaskan kacamata yang kita pakai. Biar yang merah kelihatan merah. Yang putih kelihatan putih, jelas apa adanya. Semoga kita bisa belajar dari kacamata untuk melihat dan menilai masalah dengan sebenarnya. Tidak tertipu dengan lensa individualitas kita. Sehingga tidak menyengsarakan diri kita sendiri, bahkan orang-orang disekeliling kita.

Jaga Tajam Mata Gergajimu Kawan

Setiap produk ada aturannya, setiap wadah ada takarannya sendiri-sendiri. Dengan kata lain, setiap alat atau benda ada daya maksimal yang bisa diberikan. Melebihi itu, maka akan terjadi ketidakstabilan bahkan akan terjadi error. Begitulah hukum alam yang berlaku dalam kehidupan ini. Semua berjalan dengan jalannya sendiri-sendiri yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta Kehidupan.

          Suatu produk dibuat untuk mempermudah menyelesaikan pekerjaan. Untuk  mencapai sebuah tujuan dalam suatu pekerjaan, terkadang diusahakan dengan sangat maksimal, bahkan terkesan memaksakannya. Adakalanya usaha tersebut membuahkan hasil, tapi tak jarang juga yang belum berhasil, bukan gagal ya!!! Seharusnya tidak ada kata gagal, karena kegagalan itu hanyalah kesuksesan yang tertunda. Namun jika tidak kita sadari sering kita terjebak menjadi orang yang tidak beruntung. Namun, terkadang dengan kerja yang biasa saja, tujuan itu sudah tercapai. Yang harus menjadi catatan adalah, seberapa daya maksimal yang dimiliki alat tersebut.
Misalkan gergaji, kita menggunakan gergaji untuk memotong kayu. Jika gergajinya masih baru, dengan mudah dan tenaga yang normal batang pohon bisa dipotong. Dua hal yang bisa menjadi tolak ukur kinerja gergaji adalah kecepatan untuk memotong dan besar tenaga yang dibutuhkan untuk memotong suatu batang pohon. Catatan yang harus diingat adalah semakin sering gergaji itu maka dia akan semakin tumpul. Jika gergaji dipakai tiada henti bukan semakin tajam setajam pisau tapi sebaliknya dia akan semakin sulit untuk memotong dan butuh tenaga yang besar. Ada waktunya untuk mengasah mata gergaji agar kembali runcing dan tajam kembali. Jika kita amati dengan benar, untuk menajamkan mata gergaji dipakai alat yang terbuat dari besi juga  yang disebut dengan “kikir”. Artinya untuk membuat optimal kembali kinerjanya, gergaji harus diasah dengan sesuatu yang keras dan kuat. Merapikan bagian yang tumpul menjadi bagian yang runcing.
Saudaraku yang berbahagia, mungkin kita pernah mengalami atau melihat orang-orang yang berada disekeliling kita yang kerjaannya hanya tidur atau bermalas-malasan. Kadang berdalih istirahat katanya. Mungkin kita sangat tidak sepakat dengan alasan yang disampaikan, karena mereka hanya mnghabiskan usianya dengan sesuatu yang kurang berguna. Namun, satu catatan penting belajar dari gergaji yang bisa kita ambil adalah istirahat itu penting sebagaimana bekerja itu juga penting. Karena kita sama-sama makhluk yang terbatas maka ada kalanya kita harus mengistirahatkan badan kita. Mengumpulkan kembali tenaga yang telah terkuras habis untuk mewujudkan keinginan yang tiada habisnya, selain itu juga untuk merefresh kembali otot-otot dalam tubuh yang telah kaku setelah dibebani beban kerja yang terkadang berlebihan.
Saat awal pekan kita bekerja, semuanya terasa nikmat, tenaga masih penuh, tubuh masih fresh, semuanya terasa lancar. Bahkan sehari bekerja 18 jam tidak begitu terasa. Karena momentnya masih awal pekan. Semakin sering kita bekerja, maka lama-kelamaan tubuh kita akan semakin terasa capek. Apalagi jika jam kerja kita di atas 12 jam seharinya. Maka pastinya di akhir pekan kita bisa merasakan bedanya dengan kondisi di awal pekan.
Belajar dari gergaji, pembaca yang budiman, Allah menciptakan kita dengan tiga unsur utama yang masing-masing punya hak. Akal, jiwa, dan raga yang dikaruniakan kepada kita, semuanya punya hak yang harus kita penuhi. Karena kesibukan kerja, maka fisik kita selain butuh makanan, juga butuh istirahat untuk memulihkan sel-sel yang mungkin rusak ketika bekerja. Otak kita butuh nutrisi untuk bisa kembali berpikir dengan sempurna. Allah telah mengingatkan kepada kita, bahwasanya;
“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” (Al Furqon 47)
Sunnatullah, telah diciptakan malam memang untuk kita istirahat. Meskipun begitu tidak ada salahnya jika kita ingin istirahat di siang hari. Istirahat bisa Cuma sekedar duduk santai atau juga tidur. Jika siang hari, tentu tidak harus selama tidur di malam hari. Cukup 10 sampai 20 menit saja, kalau betul-betul nyenyak, pastilah tenaga kita akan kembali pulih.
Agar benar-benar maksimal, maka istirahat itu harus total. Tidak Cuma panca indera yang istirahat tapi juga pikiran kita. karena boleh jadi fisik kita istirahat, tapi otak kita masih terus bekerja. Maka istirahat seperti tidaklah maksimal. Untuk merefresh pikiran, boleh saja kita sambil memutar nasyid atau murottal. Insyaallah dengan lantunan tersebut, ruhani kita juga akan bertambah tenang. So, istirahatlah.....

Kamis, 03 April 2014

Buku Diary

       Togamas, Gramedia adalah contoh toko buku yang cukup eksis. Hampir di tiap kota kita bisa menemukannya. Ketika kita masuk toko buku, kita akan menemukan berbagai macam buku. Berbagai macam jenis judul. Berbagai jenis harga juga. Mulai tipis sampai yang tebal. Dari yang berbahasa Inggris sampai bahasa daerah. Dari buku tulis, bacaan sampai keagamaan. Lengkap wes. Sobat, jika kita mau beli buku baru, hayo apa yang harus kita lakuin? Ato apa yang biasa kita lakuin? Kita pasti sering membolak balik buku itu. Bisa lihat harga, bisa baca pengarang atau ringkasan ceritanya. betul???
          Sobat semua, jika kita membeli buku tulis yang baru, kita bisa melihat sisi lain yang akan mengingatkan kita pada diri kita sendiri. Jika kita samakan dengan diri kita, maka buku baru itu adalah babak baru kita memasuki hidup ini. Ada buku yang tebal, ada pula buku yang tipis. Sama halnya dengan kita, ada yang berumur tebal alias panjang, ada pula yang berumur tipis atau pendek.Cover depan buku itu adalah tanggal dimana kita dilahirkan. Sedangkan cover belakang buku itu adalah tanggal kematian kita. Diantara cover depan dan belakang ada lembaran kertas yang menentukan tebal tipisnya buku itu. Artinya tiap lembar kertas itu adalah tiap hari lembaran dalam hidup kita. Dikertas itulah kita akan menulis. Maka di lembaran hari itulah sebenarnya kita berkarya. Apa yang kita lakukan bisa kita lihat dijejak rekam harian yang kita lalui. Bisa sehari tertulisi penuh, bisa tertulisi sebagian, atau bahkan tidak ada tulisannya sama sekali. Semakin banyak tulisan, berarti semakin sibuk diri kita. Kita tinggal melihat kesibukan itu berupa kebaikan atau keburukan. Jika itu baik, maka kita telah menulis kebaikan dalam lembaran buku kehidupan kita. Tapi jika yang kita lakukan keburukan, berarti kita telah menulis keburukan dalam buku kehidupan kita.
            Setiap tulisan dalam buku, adakalanya menarik untuk dibaca, tapi terkadang juga ada yang sama sekali tidak menarik. Begitu juga dalam kehidupan kita. Terkadang kita temui bagian dari cerita kita yang menarik atau kita dapati kisah hidup seseorang yang menarik dan menginspirasi. Namun, terkadang juga kita temui penggalan kisah yang sedih dalam hidup kita. Atau kisah orang lain yang tidak layak untuk dijadikan teladan atau ditiru. Ternyata samakan, apa yang terjadi dalam buku cerita itu dengan cerita dalam kehidupan kita. Ketika kita menulis di atas buku tulis kita, mungkin kita menggunakan pensil, mungkin juga menggunakan bolpoint. Tapi jangan lupa, semuanya ada resikonya. Betullll ! Jika kita memilih untuk menulis menggunakan pensil, jika salah bisa dihapus. Tapi jika menggunakan bolpoint, jika salah tidak bisa dihapus. Sama halnya dengan kita, dalam hidup kita terkadang kita bisa berbuat salah yang bisa segera termaafkan. Namun ada saatnya kita bisa berbuat salah yang tidak termaafkan oleh orang lain. Makanya jika kita menulis dalam buku kehidupan kita, hati2lah biar tidak terjadi kesalahan. Ok!
           Tapi satu hal yang menarik sobat, seburuk apapun yang kita tuliskan di halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman berikutnya yang putih dan bersih, baru dan tiada cacat. Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. Kita selalu diberi kesempatan baru untuk melakukan sesuatu dengan yang benar dalam hidup kita setiap harinya. Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kedepannya sampai saat usia berakhir, sesuai yang sudah ditetapkan-Nya.
         Terimakasih Allah untuk hari yang baru ini. Syukuri hari ini,dan isilah halaman buku kehidupanmu dengan hal-hal yang baik semata. Jangan pernah lupa, untuk selalu bertanya kepada Allah tentang apa yang harus ditulis tiap harinya supaya pada saat halaman terakhir buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribadi yang berkenan kepadaNya dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti. menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang serta pena kebijaksanaan.

Minggu, 23 Maret 2014

Sekuntum mawar baiknya sama ulat atau kupu-kupu?

                 Jika ada taman bukan tidak mungkin ada sekuntum mawar yang sedang tumbuh. Walau memang ada banyak bunga yang ada di taman. Namanya aja taman. Kalau taman bunga maka sebagian besar ya isinya bunga. Jika ada bunga yang tumbuh bukan tidak mungkin disitu juga hidup seekor ulat. Sobat, jika mawar yang tumbuh dan berkembang itu ada ulatnya, kira-kira yang terjadi apa? Mungkin ada daunnya yang dimakan. compang camping bahkan habis dimakan ulat. Betulkan? Mungkin juga tidak cuma daun, bisa juga tangkai dan kuncup bunganya. Jika pucuknya dimakan Ulat, kuncup bunganya dihabiskan ulat, apa mungkin bunganya akan mekar? Tentu tidak. pasti nunggu kuncup yang baru bukan? 
            Sobat, sebenarnya ulat dan kupu-kupu itu kan sama ya? Cuma saja kalau kupu itu ulat yang senantiasa tumbuh dan berkembang hingga mencapai fase yang berikutnya. Berarti ulat dan kupu itu pada dasarnya sama. Sobat, namun jika kita lihat, jika sekuntum mawar itu ada kupunya, akan kah rusak helai daunnya? akankah pupus pucuknya? atau akan layu kuncup bunganya? Tentu tidak. Namun mawar itu akan tambah terlihat cantik dan anggun. Itulah bedanya ulat yang telah berproses menjadi kupu-kupu.
                 Sebenarnya mau ngomong apaan sih? Sobat, tulisan di atas mengingatkan pada kita tentang bagaimana hubungan itu yang sebenarnya. Kenapa agama kita melarang hubungan dua insan yang disebut pacaran, karena pacaran itu dilakukan remaja yang masih tumbuh dan . Sang mawar yang masih tumbuh untuk jadi keras dan berbunga. Sang ulat juga tumbuh dan berkembang. Jika mereka bertemu yag terjadi bukan kebaikan tapi kerusakan pada sang bunga. Daunnya tidak lagi utuh, pucuk-pucuknya banyak yang patah. Jika dibiarkan, bukan hanya tidak berbunga. Tapi bisa sang bunga mati. Kenapa bunga yang masih tumbuh dan berkembang atau dedaunan muda yang dimakan ulat? Karena jika masih muda, dagingnya masih empuk, tulangnya tidak keras, seratnya masih mudah dikoyak. Begitu juga manusia jika usianya masih muda, ia masih mudah untuk digoda dengan segalanya yang ada disekelilingnya. Aqidah, ibadah, dan akhlaqnya bisa ja terlena karena prinsip di usia muda belum matang. Itu kenapa budaya barat menyerang anak-anak muda bangsa ini.
                      Namun mawar yang terus tumbuh dan berkembang ditengah duri-durinya, kelak dia akan berbunga dengan indah. Kuncupnya merekah indah. Sang ulat pun jika terus tumbuh dan berkembang, melewati masa kepompong yang berat, dia akan menjadi kupu-kupu yang indah. Semuanya tidak gampang, karena sang mawar harus bertahan dengan duri-duri kehidupan yang terkadang sakit dan tidak mengenakkan. Ulat pun akan berpuasa panjang di dalam kepompong. Keluar dari kepompong juga tidak mudah. Kupu muda harus meratakan seluruh energi dan isi tubuhnya dengan jalan melewati jalan sempit di ujung kepompong. Namun semuanya akan jadi sangat indah. Kupu-kupu yang bertemu dengan bunga. Masa penantiannya terbayar lunas dengan ketakjuban seni Indah Illahi di baliknya. Pertemuan itu menghasilkan madu yang manis dan menjadi obat bagi kita semua. 
                 Teruslah tumbuh dan berkembang hingga masa itu datang, masa yang diridhoi Tuhan.
wallahu'alam




Rabu, 19 Maret 2014

Cinta Versus Logika

          Ketika kita membahas tentang masalah yang satu ini, tau kan apa itu? salah.....  apa lagi jawabannya gak kayak jawaban ni.... tapi yang jawabannya sama.... tepat... memang jawabannya adalah "C-I-N-T-A"
banyak orang yang jatuh cinta, karena saking cintanya kali... logikanya gak jalan.... 

demi kamu, hujan badai kan ku sapu...
demi dikau, gunung himalaya kan ku jangkau...
dalamnya samudra tak sedalam cintaku...
luasnya bumi tak seluas cintaku...

           Padahal ntar kalau tau yang disenangi di sms orang lain, marahnya minta ampun... hp dibanting, pintu di tendang... gitu kok katanya luas.... jadi ingat nasehatnya sayyidina Ali, "Jika engkau mencintai seseorang cintailah sewajarnya. bisa jadi dia akan jadi orang yang paling engkau benci.. dan bencilah orang lain sewajarnya saja, mungkin saja suatu saat dia akan jadi orang yang paling engkau cintai..." dah dari dulu banget, agama kita mengajari kita untuk bisa manajemen ni rasa.... sampai di salah satu ayat-Nya, Allah mewanti-wanti :  "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (al isra' 32)

tapi apa benar orang yang jatuh cinta itu logikanya gak jalan... 
cinta itu buta katanya, 
cinta itu kadang-kadang g ada logika... 
begitu orang banyak berkata. Tapi apa benar begitu.... coba yang dah pernah jatuh cinta... gimana jawabannya???

sebenare tadi g mau bahas itu dulu, tapi dah terlanjur ketulis.... gpp ya?????
Sebelum lebih jauh, tak kasih tau bocoran inti tulisan ini.....
saya menulis tulisan ini dengan dasar sederhana, dasarnya pada penciptaan apa yang ada dalam diri kita... ya, kayak tulisan2 sebelumnya.....

to be continued

Senin, 10 Maret 2014

Arti Sebuah Anak Tangga

          Sobat, jika kita berada dalam sebuah bangunan yang lebih dari satu lantai, misalnya dua atau tiga lantai. Jika kita ingin masuk di ruangan yang berada di lantai dua atau tiga kita pastinya akan melewati tangga. Betul tidak? Mungkin tiap hari kita melaluinya. Tapi tidak jarang kita hanya melaluinya saja tanpa merasakan sebuah manfaat dari tangga yang kita lalui. Betul nggak?

         Tu tadi yang pertama. Yang kedua sebuah tangga spiral yang boleh dibilang tertinggi di dunia di buat untuk tujuan wisata di daerah Taihang Mountainsm Linzhoud, propinsi Henan China. Tangga ini dibuat tegak lurus dengan anak tangga yang mengelilinginya sampai puncak. Tingginya mencapai 300 kaki atau 91 meter. Tangga tersebut diberi nama Stairway To Heaven. Jika wisatawan mencapai puncak tangga tersebut, mereka dapat melihat dan menikmati pemandangan sekeliling gunung. Namun tidak semua orang dibolehkan untuk bisa menaiki Stairway To Heaven hingga puncak. Diperlakukan syarat dan ketentuan tertentu untuk wisatawan yang ingin naik ke Stairway To Heaven. 

Kamis, 06 Maret 2014

Perjuangan dan karakter orang-orang yang sukses

           Sobat, bagi yang pengen sukses tidak ada salahnya jika lihat video di bawah ini. mungkin bisa nambah motivasi, dapat inspirasi atau nilai2 yang bisa membuat tambah percaya diri.....




" Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu: mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan orang yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. ”
(filsuf: John Charles Salak)
Tapi jika kita gagal kemudian mengetahui penyebabnya maka hakikatnya kita berhasil. kok bisa, Thomas Alva Edison menjelaskan bagaimana ia tidak merasa gagal dan putus asa dengan ratusan sampai ribuan percobaan. dia bilang, "Aku tidak pernah gagal. ketika aku tidak bisa dengan jenis pertama, maka aku berhasil mengetahui bahwa jenis pertama tidak bisa menghasilkan nyala lampu. begitu juga dengan jenis kedua, ketiga dan seterusnya hingga ribuan bahan yang tidak menyalakan lampu. aku berhasil menemukan ribuan bahan yang tidak menghasilkan nyala lampu. baru akhirnya aku temukan itu"
Apakah Al Quran tidak mengajarkan kita tentang pantang menyerah dan tidak putus asa? coba simak ayat berikut ini:
"dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (Yusuf  87)
 

Selasa, 04 Maret 2014

Ketika Cinta Tak Berbalas

Gantung cita-citamu setinggi langit, tapi kakimu tetap berpijak di bumi
Bercita-citalah setinggi mungkin, tetapkanlah keinginan terbaik. Namun, pijakkanlah kakimu tetap di bumi agar tidak sombong, tidak menjadikan kita terbang terbuai angan-angan dan kenikmatan dunia.

Man proposes, God disposes. 
Manusia hanya bisa merencanakan, tapi Allah-lah yang maha menentukan. Kewajiban manusia hanyalah berusaha dan berdoa, hasilnya adalah keputusannya Allah.

Rasulullah bersabda, 
“ Menakjubkan keadaan seorang mukmin, sebab segala keadaan untuknya adalah baik, jika mendapatkan kebaikan maka dia bersyukur, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan yang demikian itu adalah baik baginya. Perilaku seperti itu hanya ada pada diri seorang mukmin”(H. R Muslim dan Ahmad)
  
Siapa pun pasangannya, agama tetap jadi pertimbangannya.
 iklan teh botol Sosro  

Keluarga yang religius, umumnya: 
1. Keluarganya lebih bahagia
2. Bergaya hidup lebih sehat
3. Dapat mengatasi stress
4. Melindungi dari dan mengobati depresi
5. Terlindungi dari penyakit kardiovaskular 
6. Punya sistem imun yang lebih kuat 
7. Lebih sedikit menggunakan kasa rumah sakit 
(Koenig dalam bukunya The Healing Power Of Faith, yang dikutip dari psikologi agama, Jamaluddin Rakhmat, 2003, 197-198)
  
Prof. Nick Stinnet dan Prof. John De Frain dalam studinya yang berjudul The National Study On Family Strength,  menyatakan bahwa agama adalah salah satu dari enam kriteria terwujudnya keluarga yang sehat, bahagia dan baik bagi perkembangan anak. 
(Al Waie, No. 49, September 2004)

Harian surya mengungkapkan angka perceraian di kota Surabaya meningkat. Pada 2001, pasangan suami istri (pasutri) yang bercerai melalui Pengadilan Agama (PA) Surabaya 1563 pasang, tahun2002 hingga November tercatat 1589 pasang. Rata-rata angka perceraian lebih dari 100 perkara per bulan. Menurut petugas pengadilan agama Surabaya, 334 kasus perceraian disebabkan perselingkuhan. Pada 2001 penyebab tertinggi perceraian karena tidak adanya keharmonisan (391 perkara), kemudian karena tidak adanya tanggung jawab (370 perkara), alasan ekonomi (289 perkara), dan alasan cemburu (207 perkara). Kesemuanya penyebab pemicu salah satunya adalah kurang taat dalam beragama. Biasanya karena si suami taat beribadah, istrinya tidak, dan sebaliknya. Ungkap harian surya menurut penuturan ketua PA  surabaya.(surya, 31 desember 2002)

Pesan Rasulullah kepada kaum pria, lewat sabdanya, yang artinya:
“ Barang siapa yang menikahi wanita karena semata kemuliaannya, niscaya Allah tidak akan menambahkan sesuatu kepadanya selain kebinasaan. Barang siapa yang menikahi wanita hanya karena hartanya semata, niscaya Allah tidak akan menambahkan sesuatu kepadanya selain kefakiran. Barang siapa yang menikahi wanita hanya karena nasabnya semata, niscaya Allah tidak akan menambahkan sesuatu kepadanya selain kerendahan.   Barang siapa yang menikahi wanita karena hendak menundukkan pandangan matanya atau untuk menjaga kehormatannya (kemaluannya) atau hendak menyambung tali persaudaraan, niscaya Allah tidak akan memberkatinya dihadapkan istrinya, dan memberkati istrinya di hadapan suami.”
(H R Abu Dawud dan An Nasa’i)

Pesan Rasulullah kepada kaum wanita, beliau bersabda yang artinya:
“ Jika datang kepada kalian seorang ria yang kalian ridhoi agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah, jika kalian tidak melakukannya maka akan datang fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.”
(H. R Tirmidzi dan Ahmad)
Orang terkadang menyepelekan dengan alasan,
“ akh, nantikan juga bisa di bina, yang penting di bini dulu baru dibina”

Pernikahan akan bahagia jika ada:
Keselarasan yang berawal dari wijhatun nadzr yaitu cara pandang kita dan pasangan terhadap kehidupan. Sehingga dibutuhkan aturan yang mampu membawa kesamaan pandangan yaitu aturan agama. Maka aturan yang digunakan dalam agama itulah jalan terbaik yang ada.

Kisah Teladan
Kisah Rumaisha’ binti Milhan r.a. manakala mendapatkan lamaran dari Abu Thalhah, seorang pria kaya raya. Pada saat itu Abu Thalhah belum beriman. Saat ia datang melamar, Rumaisha berkata kepadanya, “ Aku suka kepadamu dan orang seperti engkau tidaklah pantas untuk ditolak. Tetapi engkau seorang lelaki kafir, sedang aku wanita muslim. Jika engkau masuk islam, itulah maharku  dan aku tidak meminta selain itu dari mu. Aku tak menginginkan emas dan perak dari mu.” Abu Thalhah berpikir sejenak. Ternyata hidayah datang kepadanya. Lalu ia mendatangi Nabi SAW untuk menyatakan keislamannya. Kepada para sahabat, nabi SAW berkata, “ telah datang kepadamu Abu Thalhah da cahaya islam ada di hadapannya”. Salah seorang yang hadir berkata, “ aku belum pernah mendengar adanya mahar yang lebih besar daripada itu. Ia rela islam sebagai maharnya. Maka Abu Thalhah pun menikahi Rumaisha’ binti Milhan yang kemudian di kenal sebagai Ummu Sulaim. Pilihan Ummu Sulaim tidak salah, karena terbukti bahwa Abu Thalhah adalah seorang pejuang Islam sejati dan berjiwa pemurah. Kemudian mereka mendapatkan anak-anak yang sholeh.”

Wanita yang haram dilamar: 
1. Wanita yang tengah ihram
Berdasarkan hadits nabi SAW,
“ Yang sedang ihram tidak boleh menikah, dinikahkan dan meminang”. (HR. Muslim)

      2. Wanita yang sedang dalam masa iddah
Islam mengharamkan seorang yang dalam masa iddah menerima lamaran atau menikah. Hal ini dikarenakan masih adanya ikatan antara dirinya dan suaminya dan suaminya masih berhak untuk rujuk kepadanya sewaktu-waktu jika ia menginginkannya kembali. Namun diperbolehkan meminangnya dalam bentuk sindiran, tidak secara terang-terangan, sebagaimana firma Allah SWT dalam Al Quran : 
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf. Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah, sebelum habis 'iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.” (Al Baqarah: 235)
3.      
           3. Wanita yang sudah dilamar orang lain.
Rasulullah bersabda,
 “ seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lain, janganlah ia membeli barang yang sedang dibeli saudaranya, dan melamar di atas lamaran saudaranya sampai ia tinggalkan”.
(HR. Ahmad dan Muslim)

Melamar wanita yang telah dilamar orang lain adalah haram jika ia telah menerimanya dan walinya mengizinkannya. Akan tetapi jika ia telah menolak atau dibatalkan oleh pria yang melamarnya maka halal melamar wanita tersebut. begitu juga jika wanita tersebut belum menerima lamaran sebelumnya, maka halal untuk melamarnya.

Saat cinta tak berbalas
“ Maaf akhi, bukannya ana tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Ana doakan akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari ana.”
Seandainya kalimat di atas terjadi bisa saja langit seakan runtuh, hati seakan pecah berkeping-keping, hidup menjadi tidak semangat ketika sang pujaan hati yang kita harapkan mendampingi perjalanan menolak khitbah kita. rasa kecewa boleh ada arena itu adalah bagian dari gharizatul baqa’ (naluri mempertahankan diri) yang dikaruniakan oleh Allah. Yang menjadikan manusia tidak hanya onggokan daging dan tulang belulang. Perasaan kecewa dan sedih juga berhikmah yaitu memperhalus perasaan bahkan akan meningkatkan kepekaan kepada sesama. Sehingga dapat memperkaya batin manusia. Jadi mengapa kita tidak bersyukur ketika kecewa?

“ orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu: mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan orang yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. ”
(filsuf: John Charles Salak)

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-segalanya. Ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Jika kekalahan adalah kemenangan yang tertunda, maka penolakan adalah pernikahan yang tertunda.
Naluri manusia senantiasa ingin untuk terpenuhi tidak ingin di tolak, namun ternyata kehidupan memiliki bagian yang namanya penolakan dan kegagalan. Kata teman hidup adalah pilihan, namun ada saat Hidup adakalanya tak bisa memilih. Manusia hanya bisa menduga dan berusaha, Allah-lah yang menentukan.
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi ‘alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan 4 kata dan dikatakan padanya: Tulislah amalnya, rizkinya, dan ajalnya.”
( HR. Bukhari)

Berkhusnudzanlah pada-Nya, jangan bersuudzan. Karena sangat sayang-Nya, Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita anggap sebagai pelabuhan cinta kita.
Artinya: “ Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” 
( At Taubah: 51)

Jangan biarkan angan-angan membuai menjadikan tulul amal, sadarilah semakin tinggi angan-angan terbang, maka semakin sakit manakala tidak tercapai dan terjatuh.
Percaya diri itu harus tapi jika terlalu juga jangan, karena dapat menimbulkan sifat sombong pada dirinya.
Artinya: “ tidak akan masuk siapa saja yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun hanya sebesar dzarrah.” 
(HR. Muslim)

Boleh berpikir dan berjiwa idealis tapi kita juga harus realistis. Ulama besar saja ada yang di tolak, yaitu ketika Sofyan Ats Tsauri melamar Rabi’ah Al Adawiyah. Jangan terperangkap dengan pikiran ”saya tidak mungkin bahagia tanpa dirinya”. Perasaan ini hanya akan memperpanjang kekecewaan dan menutup diri untuk bisa berbahagia dengan orang lain. Justru kita harus berpikir jernih dan bersyukur bahwasanya Allah tidak merelakan kita untuk berjodoh dengan orang yang tidak cinta kepada kita.

“ Doa seorang muslim pada saudaranya tanpa sepengetahuannya mustajabah (terkabul), di atas kepalanya ada para malaikat yang mewakili, setiap orang muslim yang mendoakan saudaranya pada kebaikan, maka para malaikat yang mewakili itu berkata, ‘amin juga untukmu seumpamanya. ” 
(HR. Muslim)

If you love them set them free, jika engkau mencintai mereka maka berilah mereka kebebasan.
(string)

Orang yang tidak rela melepaskan orang yang dikasihinya berbahagia dengan orang lain maka orang itu cemburu buta. Buta cinta yang buta tapi cemburulah yang buta. Akibatnya banyak orang yang membunuh kekasihnya atau istrinya gara-gara cemburu. Banyak orang berprinsip cinta ditolak, dukun bertindak.
Relakanlah mereka yang telah merelakan kita, “ buat apa mikirin mereka, padahal mereka tidak mikirin kita”. lepaskanlah mereka dengan sepenuh cinta, doakanlah mereka mendapat kebahagiaan walaupun tanpa kita. inilah yang disebut empati.

Ibnu abbas, keponakan Rasulullah SAW mengajarkan empati kepada kita, beliau berkata:
“ sesungguhnya jika aku memahami ayat dari Kitabullah ( Al Quran ). Aku akan amat senang seandainya semua orang memahami seperti apa yang aku pahami. Dan sesungguhnya jika kau mendengar seorang penguasa muslim yang jujur dan adil, aku gembira dengannya, mendoakannya, dan tidak merasa memiliki hajat kepadanya. Sesungguhnya jika aku mendengar hujan turun dan menumbuhkan rerumputan di tanah kaum muslimin, maka aku gembira dengannya walau aku tidak punya ternak di tanah itu.”
 Maka saudaraku kita menambahkannya, 
“ seandainya orang yang aku cintai telah berbahagia maka aku pun turut berbahagia, meski aku tidak bisa hidup dengannya.”
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” 
(Yusuf: 87)

Kegagalan, penolakan itu hal yang wajar dalam dinamika kehidupan, jangan sampai menyurutkan semangat kita. dunia ini masih sangat luas dengan orang-orang mencintai kita. kegagalan bercinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia. Kalau hari ini dia belum datang, maka Allah pasti mendatangkannya besok atau lusa atau kapan pun yang Allah kehendaki karena itu adalah bagian dari kekuasaan-nya. 

Love is knocking outside the door. “
Syair dari Tesla dalam lagunya, ”love will find a way

tanda kebahagiaan anak adam ialah: istri yang shalihah, rumah yang baik dan kendaraan yang baik.”
 (HR. Ad Dailami)

Ada empat hal yang apabila diberikan pada seseorang berarti dia diberikan kebaikan dunia dan akhirat: hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir, jiwa yang selalu bersabar menghadapi musibah, dan istri yang tak pernah mengkhianati suami serta menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya (saat ditinggal pergi).” 
(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Takut akan cinta adalah takut akan hidup. Dan siapa yang takut hidup berarti dia telah tiga perempat mati.” 
(Bertrad Russel)

Mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita ke kebahagiaan orang lain.”
(Gottfride Wilhelm Von Leibnitz)

Love rules his Kingdom without sword.”
(Cinta memerintah kerajaannya tanpa pedang.)
Pepatah

Old love Koes not rust. True love never grows old.”
(Cinta lama tidak akan berkarat, cinta sejati tidak akan tua.)
Pepatah

Senin, 03 Maret 2014

SEPENGGAL EPISODE DARI CATATAN DIARY IBLIS UNTUK-MU

                                        Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... 

                         ****************************************

 

 

"Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." (An Nisa' : 120)

    
          Sepenggal goresan pena diary iblis….
Aku menyertaimu setiap hari, saat engkau memulai aktifitas harianmu...
Kadang kau sering bangun tanpa sujud untuk mengerjakan sholat lail….
Terkadang kau subuh dengan ogah-ogahan….
Bahkan terkadang kamu meninggalkan sujud untuk sholat subuh... 
dan menghadiahkan tawa tanpa dosa...
Bahkan, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu,  
Keluar masuk kamar mandi juga tak pernah kau berdo’a…

Baju yang engkau gunakan, paras indah yang dalam cermin yang menjadikan kamu tidak bertambah syukur tapi malah kufur.

Engkau caci temanmu, engkau umpat orang-orang disekitarmu….


Kau benar2 orang yang
lupa bersyukur, Aku menyukaimu.....
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
 

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi...


Hai Sayang, kamu milikku...
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, namun jujur aku masih belum
bisa benar2 mencintaimu....

Malah terkadang aku masih membencimu, karena aku benci Allah......
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah...
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, 
dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya...
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan DIA masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan....
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu terasa menyenangkan walau sebenarnya seperti neraka....
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH,
Walau aku juga tak yakin akankah sakit…
Tapi yang pasti aku bisa menyesatkan makhluk yang di bangga-banggakannya....
Aku juga benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani...
Kita nonton film tak senonoh bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangnya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua, tidak hormat kepada guru, berlaku sewenang-wenang pada teman,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk....
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Sayang, 
kita terbakar bersama, selamanya.....
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita...
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu....
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu...
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu...
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu
bangga
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.....
Kini kamu sudah baligh dan sudah kebiasaan itu telah pilihan hidupmu,       
Dan sekarang aku perlu darah muda...
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda
Bagaimana berbuat dosa...
Yang perlu kau lakukan adalah berzina, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin...
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya....
Begitulah anak-anak...
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
     Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit....
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh...
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu....
Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH...

**Catatan :  Begitu juga kah dengan diri kita???
                     Siapakah yang bangga dengan tingkah kita???
                     Sedih atau banggakah kita saat berbuat dosa???